KISARAN – Universitas Royal terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memimpin transformasi dan akselerasi digitalisasi pendidikan di tataran regional. Melalui pelaksanaan pilar Pengabdian kepada Masyarakat, kampus teknologi terkemuka ini menerjunkan salah satu pakar terbaiknya untuk membantu meningkatkan mutu profesionalisme guru di sekolah mitra.

Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan hadirnya dosen dari Program Studi Sistem Komputer sekaligus Kepala Divisi Prestasi Mahasiswa dan Media Informasi Kemahasiswaan – Universitas Royal, Abdul Karim Syahputra, M.Kom., sebagai narasumber utama dalam agenda In House Training (IHT) di SMA Negeri 4 Kisaran, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Guru sekolah setempat ini mengusung tema besar “Smart Teaching: Optimalisasi Teknologi untuk Pembelajaran Bermakna”.
Kegiatan pengabdian ini menyasar sedikitnya 40 hingga 60 orang peserta yang terdiri dari seluruh jajaran guru serta tenaga kependidikan. Bagi Universitas Royal, momentum ini menjadi implementasi nyata dari penguatan kontribusi kelembagaan pasca-perubahan bentuk menjadi universitas, terutama dalam menyebarluaskan inovasi teknologi informasi ke instansi pendidikan menengah.

Hilirisasi Kepakaran Kampus: AI sebagai Asisten Pengajar
Dalam paparan intensif berdurasi 120 menit tersebut, Abdul Karim Syahputra, M.Kom., membekali para pendidik dengan peta jalan (roadmap) serta paradigma baru dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di ruang kelas.
“Universitas Royal hadir untuk menjembatani kekhawatiran para guru di lapangan terkait masifnya teknologi AI,” ungkap Abdul Karim. Ia secara tegas menepis mitos bahwa peran pengajar dapat digantikan oleh teknologi cerdas.
Dalam analogi pemantiknya, Abdul Karim menegaskan bahwa AI bertindak laksana Jarvis, sedangkan guru merupakan sosok Iron Man di dalam kelas. AI memberikan akselerasi luar biasa dalam mengolah data dan menyederhanakan beban administrasi guru yang repetitif hingga 70 persen. Kendati demikian, pilar utama pendidikan seperti empati, nilai moral, kebijaksanaan, dan kedekatan emosional (sentuhan hati) tetap berada mutlak di tangan seorang guru.
Pelatihan Alur Kerja Cerdas Terintegrasi
Kontribusi keilmuan yang dibawa oleh tim pengabdi Universitas Royal tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, melainkan menekankan aspek hands-on workshop yang aplikatif. Para peserta dibimbing secara taktis untuk menguasai alur kerja (workflow) integrasi tiga platform AI utama:
- Google Gemini: Dioptimalkan sebagai mesin kolaborasi berpikir (brainstorming). Melalui formula prompt engineering khusus yang dikembangkan, guru dilatih merumuskan perintah instruksional agar AI menghasilkan luaran materi ajar dengan gaya bahasa yang humanis, hangat, dan natural.
- NotebookLM: Dimanfaatkan sebagai asisten riset dokumen berbasis cloud. Guru dilatih mengunggah dokumen ajar resmi (seperti RPP atau Buku Teks PDF) secara aman tanpa risiko misinformasi, sekaligus mengonversinya menjadi ringkasan audio interaktif, menjadi slide ajar, dan visual infografis yang menarik.
- Gamma: Berfungsi sebagai alat eksekusi visual instan. Melalui platform ini, draf materi konseptual yang telah matang dapat disulap menjadi slide presentasi (slide deck) yang estetik dan profesional hanya dalam hitungan detik.
Dampak Nyata dan Keberlanjutan Program
Pelatihan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret, di mana seluruh guru berkomitmen untuk mengimplementasikan perangkat ajar berbasis teknologi ini di kelas mereka masing-masing.
Bagi Universitas Royal, kesuksesan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menjadi tolok ukur penting keberhasilan institusi dalam mencetak civitas akademika yang solutif bagi problem sosial-pendidikan. Hilirisasi keilmuan digital ini diharapkan mampu menstimulus terbentuknya budaya pembelajaran inovatif yang mandiri di sekolah mitra, sekaligus memperkuat reputasi Universitas Royal sebagai motor penggerak utama transformasi pendidikan digital di wilayah Sumatera Utara.